Bagaimana tertib berseminar ?

Apa itu seminar

Teringat saya ketika berada di Universiti dahulu, pihak kami akan menghantar artikal bersangkutan dengan tajuk setiap seminar di peringkat kebangsaan ke ahbar arus perdana untuk siaran sempena seminar tersebut.Agar penganjuran seminar tersebut mendapat perhatian atau pun publisiti. Berapa ramai peserta seminar biasanya adalah tidak penting, yang penting adalah kejituan pesertanya. Bagaimana pun setiap seminar yang kami anjurkan mendapat sambutan penyertaan yang luar biasa. Mungkin kerana ramai mereka pada masa itu berbangga jika dapat menyertai seminar di Universiti. Atau pun merebut peluang untuk bertemu mereka yang mempunyai kepakaran di bidang yang sama ketika berseminar. Banyak juga perkara yang bersemi ketika berseminar, namanya pun seminar. Seminar berasal dari perkataan Latin ia itu seminarum yang bermaksud tanah tempat menanam benih.

Seminar Perubatan Alternatif 9 hb Jun 2013 di Kuala Lumpur juga adalah bertaraf kebangsaan, malahan bertaraf antara bangsa kerana selain disertai peserya dari seluruh negara, seminar ini dianjurkan bersama oleh institusi luar negara. Oleh itu saya berusaha menyiarkan beberapa artikal berhubung tajuk seminar tersebut dengan harapan pihak penganjur dapat menyiarkannya di dalam akhbar arus perdana.

Seminar pada umumnya merupakan sebuah bentuk pengajaran akademik, baik di sebuah universitas maupun dianjurkan oleh suatu organisasi komersial atau profesional seperti Academy of Alternative Medicines Centre dan sebagainya.

Sebuah seminar biasanya memusat kepada suatu tajuk yang khusus, di mana mereka yang hadir dapat berpartisipasi secara aktif. Seminar seringkali dilaksanakan menerusi sebuah dialog dengan seorang moderator seminar, atau menerusi sebuah persembahan hasil penelitian dalam bentuk yang lebih formal. Biasanya para peserta seminar adalah terdiri dari pakar atau master master seperti peserta Seminar Perubatan Alternatif 9 hb Jun 2013 di Kuala Lumpur nanti dan bukan mereka yang baru mula ingin menceburu bidang tersebut.

Di universiti, kelas-kelas seminar biasanya disediakan untuk mahasiswa yang telah mula ingin meyediakan tesis mereka di tahun akhir. Sistem seminar memiliki gagasan untuk lebih mendekatkan mahasiswa kepada tajuk yang dibicarakan. Di beberapa seminar dilakukan juga pertanyaan dan debat. Seminar memiliki sifat lebih informal dibandingkan sistem kuliah di kelas dalam sebuah pengajaran akademik.

Di universiti barat sebuah seminar merupakan kelas kuliah yang hebat. Apatah lagi jika menampilkan mereka yang arif dan popular dibidang berkenaan seminar tersebut.

Seminar adalah untuk menjelajahi sebuah idea. Oleh yang demikian seminar adalah berbeza dengan pengajaran, kerana pengajaran terdiri daripada seorang pensyarah yang menyampaikan pengetuan kepada penuntut.

Seminar adalah satu pertemuan di mana semua para pesertanya melibatkan diri secara aktif. Sehinggakan tidak banyak perbezaan diantara peserta dengan moderator ketika berseminar. Keadaan inilah yang membezakan diantara seminar dan kuliah. Dibilik kuliah terdapat seorang pensyarah membawakan suatu tema atau idea dan peserta kuliah mendengarkan dan bertanya. Pensyarah adalah seseorang yang menguasai tema tersebut, sedangkan peserta adalah orang yang mempelajari tema tersebut.

Ruang seminar yang memadai adalah sebuah ruang yang memungkinkan interaksi aktif selurah peserta seminar. Sebuah meja bundar besar adalah sebuah contoh yang baik. Atau kursi yang disusun dengan melingkar. Ruangan tentu saja harus cukup tenang dan cukup terang untuk memberikan suasana yang selesa untuk berseminar. Sekurangnya emiliki sebuah papan tulis untuk membantu.

Untuk kelancaran sesebuah seminar, semua peserta adalah bukan seperti kertas kosong yang menunggu diisi, seperti dalam kuliah. Peserta perlu terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan. Peserta perlu membuat sebuah catan rengkas tentang tema yang diseminarkan. Bila yang diseminarkan adalah sebuah kertas kerja, peserta perlulah membacanya terlebih dahulu secara analitis, ditandai, disertai tanggapan dan kritikan.

Dengan terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan, peserta telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan yang berisi ringkasan tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta, akan memandu mereka nantinya di dalam seminar.

Seorang moderator di dalam seminar berbeza dengan seorang pensyarah di dalam kuliah. Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, tetapi orang yang mengarahkan perjalanan seminar.

Semestinyalah seorang moderator adalah orang yang paling senior dan berpengalaman dalam tema yang akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnyalah yang paling benar. Senioritas yang dimaksudkan adalah penguasaan materi untuk mengarahkan seminar, karena moderator perlulah lebih arif tentang seluk beluk tema yang diseminarkan.

Peranan seorang moderator terdiri daripada mengarahkan (directing) dan memoderasi (moderating). Dalam pengarahan ia mengawasi agar seminar tidak terkeluar dari tema. Dengan memoderasi, ia mengawasi agar tidak ada satu orang atau satu idea tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema seminar tidak dijelajahi dengan sempurna.

Sebelum seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan di dalam seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin yang akan dibincang atau menggambarkan sebuah diagram yang mencerminkan idea yang akan dibincangkan.

Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara yang baik. Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya lebih jelas. Ia mampu mengembangkan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain yang lebih jelas.

Mengingat beratnya tugas seorang moderator, sebaiknya seorang moderator tidak memimpin sebuah seminar lebih dari satu kali dalam sehari.

Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara bergiliran.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik:

1.Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih mendominasi pembicaraan. Adalah tugas moderator untuk memperhatikan ini.

2.Seminar boleh dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah jelas ada jawabannya, lalu mengarah ke pertanyaan-pertanyaan lain yang lebih dalam dan tidak jelas jawabannya. Pertanyaan jenis kedualah yang memberikan manfaat terbesar. Biasanya tidak banyak pertanyaan yang seperti demikian.

3.Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas. Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator haruslah mampu mengesaninya dan meminta peserta berkenaan untuk memperjelasnya.

4.Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah jelas sebelum ditanggapi dengan jawaban. Penanggap berhak meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab. Tanggapan tentunya juga harus relevan dengan pernyataan. Moderator juga harus menitik beratkan pekara ini.

5.Sebuah pertanyaan mungkin dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang lebih mendasar. Hanya dengan cara demikian sebuah seminar menjadi lebih bermanafaat.

6.Bila ada istilah yang sama, tetapi dipakai dengan arti yang berbeza oleh beberapa orang peserta, moderator perlulah menentukan kesepakatan mengenai pengunaan istilah tersebut sebelum melanjutkan seminar.

7.Kesopanan perlulah diberi perhatian dalam sebuah seminar, seperti halnya ketika berada di sebuah meja makan. Bahasa harus santun dan tidak merendahkan. Moderator terlebih harus memberikan tauladan yang dapat diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak boleh dilakukan dengan ringan dan diiringi tawa, namun gurau dan tawa dilakukan dengan wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu untuk mengingat ketimbang ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan tawa.

8.Seminar adalah sebuah tempat untuk mencerna idea. Ia bukanlah tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki posisi yang sama.

9.Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan tunggal. Setiap orang boleh pulang dengan pendapatnya masing-masing. Yang terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.

Akhirnya kepada peserta Seminar Perubatan Alternatif 9hn Jun 2013 di Kuala Lumpur saya ucapkan selamat berseminar dan beroleh manafaat dari seminar tersebut. Wasalam.

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s