Tafsiran dasar kitab seni urut terapi sifuli

tafsiran dasar kitab seni urut

Seni urut terapi sifuli adalah berdasarkan kepada rukun iman ia itu percaya kepada Allah swt, malaikatNya, kitab kitabNya, Rasul rasulNya, hari kemudian serta qadha dan qadar. Allah swt telah mencipta alam semesta untuk manusia membina kesihatan dan menyembuh penyakit rohani dan jasmani. Setelah itu Allah swt telah mewahyukan kitab kitabNya menerusi malaikat Jibrail as kepada Rasul rasulNya sebagai panduan untuk membina kesihatan dan menyembuhkan penyakit rohani dan jasmani.

Banyak dikalangan umat Islam hari ini yang melaksanakan rukun Islam tetapi mengalami penyakit rohani, jasmani, jiwa dan raga adalah kerana tidak beriman. Akhirnya mereka mencari kebenaran kepada berbagai benda sehingga melupakan Allah swt untuk di jadikan ubat, mencari kebenaran kepada makhluk sehingga melupakan tuhan untuk menyembuhkan penyakit, mencari kebenaran kepada amalan menurut hantu syatan sehingga melangar perintah tuhan untuk menyembuhkan penyakit.

Hanya orang yang beriman sahajalah yang percaya kebenaran itu hanya pada Allah swt bukan pada benda, makhluk,, amalan atau diri. Kebenaran Allah swt itu hanya terdapat dalam kitab suci Al quran yang diwahyukan menerusi malaikat Jibrail as kepada Rasulullah saw dan diwarisi oleh ulamak.

Banyak sekali dalil mengenai keenam rukun Iman ini, baik dari segi Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Diantaranya adalah firman Allah swt:

”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, dan nabi-nabi…” (Al-Baqarah:177)

”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran).” (Al-Qamar: 49)

Rasulullah saw juga telah menjelaskan dasar-dasar keimanan yang terangkum dalam enam hal yang dikenali dengan rukun iman , ketika baginda ditanya oleh Malaikat Jibril as tentang iman, baginda bersabda, “Iman adalah engkau beriman kepada Allah swt, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan takdir seluruhnya yang baik dan buruk. (HR. Bukhari dan Muslim)

1. Beriman Kepada Allah swt
Berman kepada Allah swt adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Rabb dan Raja segala sesuatu. Dialah Yang Mencipta, Yang Memberi Rizki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan, hanya Dia yang berhak diibadahi. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dan segala jenis ibadah tidak boleh diberikan kepada selainNya, Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, serta Dia bersih dari segala cacat dan kekurangan.

2. Beriman Kepada Para MalaikatNya
Beriman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah swt memiliki malaikat-malaikat yang diciptakan dari cahaya. Mereka adalah sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah swt ia itu sebagai hamba-hamba Allah swt yang dimuliakan. Adapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka laksanakan. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah swt, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mutawatir dari nash-nash Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Jadi, setiap gerakan di langit dan di bumi, berasal dari para malaikat yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah Azza wa Jalla. Maka wajib mengimani secara tafshil (terperinci), para malaikat yang namanya disebutkan oleh Allah swt, adapun yang belum disebutkan namanya, wajiblah mengimani mereka secara ijmal (global).

3. Beriman Kepada Kitab-KitabNya

Beriman Kepada Kitab-KitabNya bermaksud meyakini dengan sebenarnya bahwa Allah swt memiliki kitab-kitab yang diturunkanNya kepada para nabi dan rasulNya, yang benar-benar merupakan Kalam (firman, ucapan) Nya. Ia adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah swt. Wajib beriman secara ijmal, kecuali yang telah disebutkan namanya oleh Allah swt, maka wajib baginya mengimaninya secara tafshil, yaitu Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.Selain wajib mengimani bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah swt, wajib pula mengimani bahwa Allah telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajiban serta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur’an menyempurnakan kebenaran kitab-kitab yang terdahulu. Hanya Al-Qur’anlah yang dijaga oleh Allah swt dari pergantian dan perubahan. Al-Qur’an adalah Kalam Alloh yang diturunkan, dan bukan makhluk, yang berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.

4. Beriman Kepada Rasul-rasulNya

Beriman kepada rasul-rasulNya adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah swt telah mengutus para rasulNya untuk mengeluarkan manusia daripada kegelapan kepada cahaya. KebijaksanaanNya telah menetapkan bahwa Dia mengutus para rasul itu kepada manusia untuk memberi khabar gembira dan ancaman kepada mereka. Maka wajib beriman kepada semua rasul secara ijmal sebagaimana wajib pula beriman secara tafshil kepada siapa di antara mereka yang disebut namanya oleh Allah swt iaitu 25 orang diantara mereka yang disebutkan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an. Wajib pula beriman bahwa Allah swt telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi selain mereka, yang jumlahnya tidak diketahui oleh selain Allah swt dan tidak ada yang mengetahui nama-nama mereka selain Allah swt Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Wajib pula beriman bahwa Muhammad saw adalah yang paling mulia dan penutup para nabi dan rasul, risalahnya meliputi bangsa jin dan manusia, serta tidak ada nabi setelahnya.

5. Beriman Kepada hari kemudian
Beriman Kepada hari kemudian adalah mempercayai kepada kebangkitan setelah mati ia itu keyakinan yang kuat tentang adanya negeri akhirat. Di negeri itu Allah swt akan membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik dan kejahatan orang-orang yang berbuat jahat. Allah swt mengampuni dosa apa pun selain syirik, jika Dia menghendaki. Pengertian alba’ts (kebangkitan) menurut syar’i adalah dipulihkannya badan dan dimasukkannya kembali nyawa ke dalamnya, sehingga manusia keluar dari kubur seperti belalang-belalang yang bertebaran dalam keadaan hidup dan bersegera mendatangi penyeru. Kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah swt baik di dunia mau pun di akhirat.

6. Beriman Kepada Qadha dan qadar

Beriman Kepada Qadha dan qadar adalah mempercayai secara sungguh-sungguh bahwa segala kebaikan dan keburukan itu terjadi karena takdir Allah swt. Dia telah mengetahui kadar dan waktu terjadinya segala sesuatu sejak zaman azali, sebelum menciptakan dan mengadakannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya, sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya itu. Allah swt telah menulisnya pula di dalam Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannya.

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s