Nafsu amarah petikan dari kitab seni urut terapi sifuli bab penyakit jiwa

penyakit jiwa nafsu amarah

Kekotoran darah daging manusia membina penyakit raga yang disertai dengan penyakit jiwa yang bermula dengan kekotoran jiwa yang melalaikan hati untuk menggingati Allah swt. Oleh itu penyakit yang dialami manusia itu selain boleh dilihat pada raganya boleh juga pandang pada jiwanya.

Jika kekotoran darah daging tubuh badan perlu diurti untuk membersih kekotoran jiwa manusia juga perlulah diuruti untuk membersihkannya kerana penyakit itu perlu dirawati zahir dan batin.

Berikut adalah sebahagian petikan dari tafsiran kitab seni urut terapi sifuli mengenai penyakit jiwa yang bermula dengan kelalain akibat melayani nafsu amarah atau jiwa menyuruh atau mengajak.

Nafsu ammarah salah satu dari tujuh nafsu atau jiwa dalam diri manusia. Secara harfiah amarah berarti mengajak atau menyuruh. Sedang nafsu itu sendiri berarti jiwa. Seperti apa wujudnya dalam tingkah laku sehari-hari.

Nafsu ammarah acap kali mengajak akal-pikiran manusia untuk berangan-angan. Biasanya dengan khayalan yang menggiurkan seperti mengenai makan, minum, tidur, dan jima’ secara yang berlebihan.

Allah berfirman: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahanku), karena sesungguhnya nafsu (ammarah) itu selalu menyuruh kepada kejahatan.” (QS. Yusuf, 53)

“Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf, 179)

Nafsu ammarah disebut juga nafsu binatang. Bahkan, Imam Ghazali ra dalam bukunya yang terkenal Ihya’ Ulumuddin menyebutnya dengan citraan yang lebih kontras, bahimiyyah dan sabu’iyyah (binatang ternak dan binatang buas).

Sifat binatang ternak dan binatang buas itu mengeram dalam diri manusia. Mulai dari jiwa sampai jasmaninya. Wujudnya dalam bentuk perilaku makan, minum, tidur, bersenggama, dan tempat yang serba berlebihan, tidak Islami. Puncaknya, hubbud dun-ya wakarahatul maut (cinta dunia dan takut mati).

Pemelihara Jasmani

Ammarah salah satu nafsu yang meliputi jiwa manusia. Nafsu itu mewarnai segala perbuatannya yang serba berlebihan (tusrifu). Jika nafsu amarah telah menguasai akal pikiran manusia, maka tabiatnya akan condong pada kehidupan yang serba mewah. Meski, untuk mencapainya harus menempuh jalan yang melanggar syariat Islam.

Namun di sisi lain nafsu ammarah juga berperan sebagai pemelihara hidup jasmani. Ini suatu tanda bahwa semua yang diciptakan Allah tidaklah sia-sia.

Nafsu ammarah sebetulnya bukan beban bagi manusia. Sebab nafsu ammarah juga berguna bagi manusia dalam memelihara jasadnya selama hidup di dunia.

Budak Dunia

Jika nafsu amarah menguasai diri manusia maka jadilah ia sebagai orang yang tamak, rakus, loba dan berbagai macam sifat tidak terpuji yang lainnya. Bahkan tidak sedikit yang lalai dalam urusan agama karena disibukkan urusan dunia.

Mereka suka bermegah-megahan, gemar menimbun kekayaan tanpa menghiraukan kewajiban berzakat. Mereka lebih senang menghabiskan harta di jalan setan (maksiat) daripada di jalan Allah. Mereka telah diperbudak dunia.

Tentang hal ini, ada hadis berbunyi: “Wahai dunia, berkhidmatlah kepada orang yang berkhidmat kepada-Ku, dan perbudaklah orang yang mengabdi kepadamu!” (HQR. Al-Qudha’I, dari Ibnu Mas’ud)

Orang sering tak sedar diri, kehidupan dunia ini tak lebih dari fatamorgana. Dengan nafsu ammarah manusia sering berambisi ingin “ memiliki dunia ”. Ada rasa tidak puas dengan apa yang telah dikaruniakan Allah swt baginya.

Allah swt berfirman: “ Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik ”. (QS. Al-Imraan, 14)

Atau pada firman yang lain: “ Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan ” . (QS. Al Anbiyaa’, 35)

Ammarah Bahimiyyah

Nafsu ammarah berbusana bahimiyyah itu bersifat seperti binatang ternak dalam hal memenuhi keperluan jasmaninya. Tidak heran, orang yang jalan pikirannya dikuasai nafsu ammarah berbusana bahimiyyah sering kehidupannya bersifat seperti binatang ternak.

Dalam kaitan nafsu ammarah berbusana bahimiyyah kiranya perlu diperhatikan pengertian kalimat “ berlebih-lebihan ” atau “ pemborosan ” dan “ sederhana ”, sebagaimana sering disebut dalam Al Qur’an.

Pengertian “ berlebih-lebihan ” dan “ pemborosan ” ialah perbuatan yang melampaui batas yang wajar. Sedang “ sederhana ” ialah perbuatan menahan diri dari kemampuan yang dimilikinya. Dua pengertian tersebut tentu tidak lepas dari norma-norma syariat islam.

Orang yang sering menggunakan hartanya untuk kemaksiatan dan kejahatan, baik lahir maupun batin, disebut “ golongan manusia boros ”. Pemboros, adalah saudara atau teman-teman setan. “ Tidaklah setan mempunyai keluarga, melainkan bangsanya sendir i”.

Allah swt berfirman: “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” Al-Israa’ Ayat 27

Makan dan minum memang tidak dilarang, asal tidak berlebihan. Sesuai dengan firman Allah swt: “ Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan ”. (QS. Al A’raaf, 31)

Atau menurut Hadist Rasulullah SAW: “ Makanlah, minumlah, pakailah dan bersedakahlah jangan berlebih-lebihan dan janganlah untuk bermegah-megahan.” (HR Abu Daud dan Ahmad)

Memang, “ jalan tengah ” adalah yang tidak berlebih-lebihan. Termasuk urusan makan dan minum. Terbukti, penyakit kebanyakan faktor penyebab utamanya adalah berlebihan dalam soal makan dan minum. Sebab perut biasanya sumber penyakit dan seburuk-buruk tempat.

Ada hadis yang dengan amat bijaknya mengatur urusan perut ini: “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh bani Adam lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari baiklah sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga lagi untuk napasnya”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Ammarah Sabu’iyyah

Nafsu ammarah berbusana sabu’iyyah ialah nafsu yang sifatnya seperti binatang buas dalam cara mencari atau memenuhi keperluan jasmaninya. Seperti: makan, minum, tidur, kawin, dan sebagainya. Tidak heran, orang yang jalan pikirannya dikuasai nafsu ammarah berbusana sabu’iyyah maka dalam mencari dan memenuhi keperluan hidupnya ia kerap berlaku seperti binatang buas.

Lihat saja tabiat orang yang dikuasai nafsu ammarah berbusana sabu’iyyah: sondol sana, sondol sini serta berpelesiran di sana sini Sungguh sangat memprihatinkan.

Dengan kekuasaan, mereka merasa tinggi serta dapat menata si miskin. Dengan harta, mereka merasa terhormat kendati berbuat nista dan maksiat. Tahukah mereka apakah sebenarnya harta itu ?.

Allah swt berfirman: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cubaan (bagimu) dan di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. Al Anfaal, 28)

Memang, sudah menjadi fitrah manusia untuk mencintai dan banyak keinginan dalam meraih kehidupan dunia. Namun demikian, tetap harus dipahami bahwa kenikmatan duniawi hanya sebatas kesenangan di dalam hidup yang fana.

Firman Allah swt: “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini (syahwat), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran, 14)

Al Qur’an Ubat Mujarab

Pada jiwa setiap manusia memang sudah terdapat benih nafsu ammarah bersifat bahimiyyah maupun sabu’iyyah. Hanya frekuensinya sajalah yang berbeza. Oleh itu keupayaan mengendalikan olah batin nafsu ammarah itu perlu, sebagai ikhtiar untuk mencapai kemuliaan rohaniah.

Untuk itu, Allah swt telah menurunkan Al Qur’n sebagai penawar yang sangat mujarab terhadap penyakit apa saja. Penyakit lahir maupun batin. Bahkan Al Qur’an juga menjadi rahmat bagi setiap orang yang beriman, dan bukan orang yang zalim:

Sebagaimana firman-Nya: “ Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’aân itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’, 82)

Penawar Nafsu Ammarah

Penawar nafsu ammarah meliputi tiga tahapan. Yaitu: (1) ilmu ma’rifah; (2) urutan zikrullah yang berterusan dan (3) mujahadah.

Berkaitan ilmu ma’rifah hendaklah seseorang belajar ilmu-ilmu tentang sekitar aib nafsu. Untuk itu, tentu perlu bimbingan seorang ulama alias Syekh Mursyid. Ilmu ma’rifah tentu tidak lepas ilmu tauhid.

Untuk itu, perlu pengenalan hakikat diri lahir dan batin. Jika orang telah mengenal dirinya secara kaffah (sempurna), niscaya ia tidak akan mudah tertipu oleh dirinya sendiri. Sebab, musuh yang paling berbahaya dan pandai menipu adalah diri sendiri. Yang dimaksud diri ialah nafsu fujur (jiwa fasik) alias nafsu ammarah.

Manusia yang tidak mengenal dirinya, lahir maupun batin, akan terumbang-ambing oleh tipuan nafsu ammarah. Akibatnya, ia mudah terliur oleh pujuk rayu setan. Dan setan bersembunyi di dalam dirinya sendiri.

Allah swt berfirman: “ Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az-Zalzalah, 7-8)

Urutan zikrullah yang berterusan juga merupakan saranan pembersih jiwa. Sesuai dengan firman Allah:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (berhubungan dengan Tuhannya)”. (QS. Al A’laa, 14-15)

Urutan zikir yang terus menerus dapat menenangkan jiwa. Tidak akan tenang jiwa seseorang melainkan jika jiwanya dalam keadaan bersih dari kotoran maksiat. Dan tidak akan bersih jiwa seseorang melainkan dengan menjalankan urutan zikir yang terus menerus.

Dan sebaik-baik zikrullah bagi orang-orang yang masih pada tahapan pembersihan serta menundukkan nafsu ammarah ialah urutan zikir nafi itsbat: لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ Laa Ilaaha Illallaah (Tidak ada tuhan kecuali Allah”. Hal itu harus dilakukan terus menerus. “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berdo’a: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ar-Ruum, 32)

Cara lain: dengan cara mujahadah. Artinya, memerangi hawa nafsu dengan cara menghindari segala bentuk kemaksiatan lahir maupun batin. Juga melawan gejolak kehendak jiwa yang mengajak untuk berbuat nista dan yang menghalangi tujuh anggota sujud.

Jika seseorang telah mengetahui hakikat kehidupan dunia dan menetapkan urutan zikrullah secara terus menerus, niscaya ia akan selalu kuat jiwanya dalam menghadapi segala kondisi yang memperdayakan. Akal dan pikirannya tidak mengikuti gejolak hawa nafsu yang selalu mengajak berkhayal dan berbuat kejahatan.

Maka jika seseorang telah mampu mengendalikan hawa nafsunya, niscaya tampaklah sifat dan perbuatannya tidak dibuat-buat. Atau sekadar terpaksa dalam mengamalkan syari’at Islam.

Tentang hal ini Allah swt pun berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (QS. Almu’minun, 1-3)

Tiga peringkat yang meliputi ilmu, zikir, dan mujahadah tersebut tentu saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Tidak dapat seseorang mencapai kebersihan diri (nafsu) bila sekadar mengamalkan zikir. atau mengamalkan salah satu di antara ketiganya disamping membersih tubuh badannya.

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s